ASKEP SINDROM NEFROTIK PDF

Kadang-kadang disertai hematuri, hipertensi dan menurunnya kecepatan filtrasi glomerulus. Sebab pasti belum jelas, dianggap sebagai suatu penyakit autoimun. Sindrom Nefrotik Secara umum etiologi dibagi menjadi sindrom nefrotik bawaan, sekunder, idiopatik dan sklerosis glomerulus. Primer terjadi pada anak pra sekolah dan anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sangat penting karena pada pasien sindrom nefrotik sering timbul berbagai masalah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia. Perawat diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai.

Author:Zologami Meztikora
Country:Singapore
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):5 July 2008
Pages:467
PDF File Size:9.54 Mb
ePub File Size:11.19 Mb
ISBN:213-9-68513-964-6
Downloads:53576
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gusar



Penurunan volume intravaskuler syok hipovolemik 2. Kemampuan koagulasi yang berlebihan trombosit vena 3. Perburukan nafas berhubungan dengan retensi cairan. Kerusakan kulit. Peritontis berhubungan dengan asietas. Efek samping steroid yang tidak diinginkan. Pemeriksaan Penunjang 1. Berat jenis kurang dari 1, menunjukkan penyakit ginjal. Contoh glomerulonefritis, pielonefritis dengan kehilangan kemampuan untuk meningkatkan, menetap pada 1, menunjukkan kerusakan ginjal berat.

Protein urin meningkat nilai normal negatif. Penurunan pada kadar serum dapat menunjukkan kehilangan protein dan albumin melalui urin, perpindahan cairan, penurunan pemasukan dan penurunan sintesis karena kekurangan asam amino essensial. Penatalaksanaan Penatalaksanaan medis untuk sindroma nefrotik mencakup komponen perawatan berikut ini : 1.

Pemberian kortikosteroid prednison. Pengurangan edema : diuretic dan restriksi natrium diuretika hendaknya digunakan secara cermat untuk mencegah terjadinya penurunan volume intravaskuler, pembentukan trombus dan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Inhibitor enzim pengkonversi-angiotensin menurunkan banyaknya proteinuria pada glomerulonefritis membranosa. Klorambusil dan siklofosfamid untuk sindroma nefrotik tergantung steroid dan pasien yang sering mengalami kekambuhan.

Obat nyeri untuk mengatasi ketidaknyamanan berhubungan dengan edema dan terapi infasive. Anak mengenal perbedaan sex laki-laki dan perempuan serta anak jadi ingin tahu perbedaan tersebut.

Perilaku memaksa dan penuh semangat, berani berusaha dan imajinasi yang kuat. Karakteristik yang menonjol adalah egosentris, dimana mementingkan diri sendiri atau segala sesuatu yang berpusat pada dirinya.

Anak diorientasikan pada kebudayaan untuk mengenali baik atau buruk, benar atau salah. Hal ini ditanamkan anak melalui kegiatan anak yang menyenangkan.

Konsep Hospitalisasi Anak Sekolah Ketakutan fisik terhadap kesakitan terjadi pada usia sekolah dimana anak lebih toleransi terhadap nyeri daripada ia tidak bergerak. Ragu-ragu terhadap kesembuhannya atau kemungkinan meninggal. Fokus Pengkajian 1.

Kelebihan volume cairan berhubungan dengan perpindahan cairan intravaskuler ke interstisial sekunder terhadap penurunan tekanan osmotic plasma Marlene, Karakteristik mayor : Edema anasarka, esiter, perifer , kulit menegang dan mengkilap.

Tujuan : Tidak terjadi akumulasi cairan dan dapat mempertahankan keseimbangan intake dan output. Kriteria Hasil : a. Edema hilang atau berkurang. Berat badan kembali normal. Berat jenis urin dan protein normal. Intervensi : a. Monitoring intake dan output cairan. Observasi perubahan edema. Ukur lingkar perut, perrtambahan berat badan setiap hari. Monitor tanda-tanda vital. Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai program. Kolaborasi untuk pemeriksaan lahoratorium.

Tujuan : Tidak ada tanda-tanda kehilangan cairan intravaskuler atau syok hipovolemik. Kriteria Hasil : Memperlihatkan tidak adanya tanda-tanda dan gejala dehidrasi. Intervensi : b. Kaji kualitas dan frekuensi nadi untuk tanda syok hipovolemik. Ukur tekanan darah untuk mendeteksi syok hipovolemik. Laporkan bila ada penyimpangan dari normal. Tujuan : Pasien terbebas dari infeksi atau tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Tidak ada tanda-tanda infeksi. Leukosit dalam batas 4. Jauhkan pasien kontak dengan orang yang terinfeksi. Lakukan cuci tangan sebelum dan setelah tindakan dengan baik dan benar. Tempatkan pasien dalam ruangan non infeksi. Lakukan tindakan atau prosedur dengan teknik aseptic. Jaga pasien dalam kondisi hangat dan dan kering. Monitor tanda tanda vital, tanda vital untuk mengetahui infeksi secara dalam.. Berikan perawatan yang rutin pada alat invasive yang di pasang dalam tubuh misal infus.

Kolaborasi pemberian antibiotik. Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi dan meningkatkan selera makan. Monitor pola makan pasien. Berikan pola makan porsi kecil frekuensi sering. Anjurkan pasien untuk makan-makanan dalam keadaan hangat. Catat jumlah atau porsi yang dihabiskan. Sediakan makanan dalam suasana yang menyenangkan, santai, bersih selama makan.

Batasi intake sodium selama edema dan therapy steroid. Timbang berat badan. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan imobilitas, edema, penurunan pertahanan tubuh Mariene, Karakteristik mayor : Gangguan jaringan epidermis dan dermis Tujuan : Tidak terjadi kerusakan integritas kulit. Kriteria Hasil : Tidak terdapat tanda-tanda kerusakan kulit dan iritasi. Intevensi : a. Ubah posisi tidur tiap 4 jam. Gunakan bantal atau alas bantal yang lunak untuk mengurangi daerah yang tertekan.

Lakukan massage pada daerah yang tertekan dengan baby oil. Inspeksi seluruh permukaan kulit dari kerusakan kulit dan iritasi. Tujuan : Tidak terjadi gangguan body image. Kriteria hasil : a. Anak mau mengungkapkan perasaannya. Anak tertarik dan mampu bermain. Gali perasaan dan perhatian pasien terhadap penampilannya. Catat aspek positif dari penampilan terhadap berkurangnya edema.

Anjurkan aktivitas dalam batas toleransi. Dukung sosialisasi dengan orang yang tidak terinfeksi. Berikan umpan balik yang positif. Tujuan : Kebutuhan anak terpenuhi. Anak tampak sehat dan segar. Anak dapat melakukan aktiviras secara bertahap. Ajak bermain sesuai kemampuan anak. Monitor tingkat kemampuan anak dalam beraktivitas.

Bantu aktivitas anak. Rencanakan aktivitas secara bertahap. Libatkan keluarga untuk membantu meningkatkan aktivitas pasien. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, kurang mengerti, salah interprestasi informasi Doenges, Karakteristik mayor : Adanya permintaan informasi, mengungkapkan kurang pengetahuan.

Tujuan : Keluarga pasien mengetahui tentang kondisi, cara perawatan dan kebutuhan pengetahuan Kriteria Hasil : a. Anak atau keluarga berpartisipasi dalam program pengobatan Intervensi a. Diskusikan tentang penyakit gagal ginjal kronik, cara perawatan dan kebutuhan pengobatan. Anjurkan orang tua agar selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinnya infeksi. Berikan reinforcement positif atas jawaban yang benar.

CMC RAPPEL MANUAL PDF

askep sindrom nefrotik

Pengertian Sindrom nefrotik adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperkolesterolemia. Kadang-kadang terdapat hematuria, hipertensi dan penurunan fungsi ginjal Ngastiyah, Penyakit ini terjadi tiba-tiba, terutama pada anak-anak. Biasanya berupa oliguria dengan urin berwarna gelap, atau urin yang kental akibat proteinuria berat Mansjoer Arif, dkk.

BETRAYING THE PACK BY EVE LANGLAIS PDF

Sindroma nefrotik SN merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan diIndonesia. Angka kejadian SN pada anak tidak diketahui pasti, namun diperkirakan pada anak berusia dibawah 16 tahun berkisar antara 2 sampai 7 kasus per tahun padasetiap 1. Insiden sindroma nefrotik primer ini 2kasus per tahun tiap Rasio antara laki-lakidan perempuan pada anak sekitar

Related Articles