INDUKSI KALUS PDF

Teknik kultur jaringan ini berkembang dengan landasan teori sel yang menerangkan bahwa setiap sel tanaman merupakan unit bebas yang mampu membentuk organisme baru yang sempurna atau sel-sel tanaman yang mempunyai sifat totipotensi Parera Perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan dilaksanakan di dalam suatu laboratorium yang aseptik dengan peralatan seperti pada laboratorium Mikrobiologi. Kita juga dapat memakai peralatan sederhana seperti almari penabur buatan sendiri ataupun dengan peralatan laboratorium kultur jaringan khusus yang lebih canggih seperti laminar air flow cabinet Daisy Teknik kultur jaringan dilakukan dengan menanam irisan jaringan tanaman yan disebut eksplan secara aseptik pada medium padat atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril.

Author:Gorg Tobei
Country:Namibia
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):25 December 2007
Pages:207
PDF File Size:5.33 Mb
ePub File Size:19.29 Mb
ISBN:597-6-91337-612-3
Downloads:90176
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mikabar



Mengamati respon kultur jaringan daun dan hipokotil sawi Brassica sp dan kotiledone kedelai terhadap kombinasi zat pengatur tumbuh 1. Mengamati pembentukan kalus pada daun dan hipokotil Brassica sp dan kotiledone kedelai. DASAR TEORI Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan maupun organ , serta menumbuhkannya dalam keadaan aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman utuh kembali.

Konsep awal dari kultur jarngan adalah diketahuinya kemempuan totipotensi dari sel tumbuhan. Totipotensi sel Total Genetic Potential , artinya setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot yaitu mampu memperbanyak diri dan berediferensiasi menjadi tanaman lengkap. Kultur Jaringan adalah teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.

Prinsip utamanya adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman, menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.

Teknik kultur jaringan pada saat ini telah berkembang menjadi teknik perkembangbiakan tanaman yang sangat penting pada berbagai spesies tanaman Iswanto, Lingkungan aseptic sebagai salah satu syarat utama suksesnya kegiatan kultur jaringan perlu diterapkan dengan sungguh-sungguh. Untuk itu perlu adanya usaha sterilisasi peralatan yang akan digunakan dalam proses kultur.

Kemudian lampu ultraviolet UV dinyalakan selama 1 jam. Saat akan digunakan, lampu neon dan kipas dinyalakan Zulkarnain, Sterilisasi Alat Alat-alat dissecting set dan glass ware yang akan digunakan dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan kemudian dibungkus dengan kertas payung, sedangkan mulut botol ditutup dengan alumunium foil. Sterilisasi Media Media yang digunakan adalah media Murashige and Skoog atau MS lampiran 1 di masukkan ke dalam botol kultur dan disterilisasi dengan autoklaf dengan suhu C selama 15 menit Suryowinoto, Sterilisasi Eksplan Sterilisasi permukaan eksplan daun terdiri dari 2 tahap sterilisasi yaitu sterilisasi tahap I yang dilakukan di ruang persiapan dan sterilisasi tahap II yang dilakukan di laminar air flow.

Sterilisasi tahap I meliputi: Daun tembakau muda daun ketiga sampai kelima dari pucuk diambil dari green house dibilas dengan air mengalir hingga bersih. Selanjutnya eksplan diambil dengan pinset dan ditiriskan pada cawan petri yang berisi kertas saring George, Ada beberapa jenis ZPT yang digunakan dalam kultur jaringan tanaman, namun efisiensi dan efektivitasnya berbeda terhadap jenis tanaman yang berbeda. Sebagai contoh, kinetin sangat efektif untuk kultur buku batang , sementara sitokinin konsentrasi rendah dapat memacu perkembangan tunas sedangkan konsentrasi tinggi merangsang penggandaan tunas.

Auksin pada konsentrasi rendah dapat memacu pertumbuhan akar dan pada konsentrasi tinggi dapat merangsang pertumbuhan kalus. Dengan demikian, pengaturan zat pengatur tumbuh di dalam media sangat menentukan terhadap keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan kultur.

Dalam perbanyakan tanaman dibutuhkan pemilihan perbandingan konsentrasi auksin, sitokinin dan suplemen yang tepat, karena hal ini akan menentukan dalam derajat keberhasilan pembentukan tanaman baru Nurwahyuni dan Elimasni, Kultur jaringan merupakan suatu teknik isolasi bagian tanaman, seperti jaringan, organ atau embrio, lalu dikultur pada medium buatan yang steril sehingga bagian tanaman tersebut mampu bergenerasi dan berdiferensiasi menjadi tanaman lengkap Winata, dalam Zulkarnain, Metode kultur jaringan dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, dimana tidak bergantung pada musim.

Sehingga penyediaan bibit akan selalu terpenuhi dan bibit yang akan disebar ke masyarakat bersifat persis dengan tanaman induknya Desriatin, Teknik kultur jaringan tumbuhan atau kultur in vitro dapat dijadikan sebagai alternatif pemecahan masalah bagi perbanyakan bibit dan perolehan metabolit sekunder dari tanaman ini.

Teknik ini dapat menghasilkan metabolit sekunder dalam jaringan tanaman dan juga dalam sel-sel yang dipelihara pada media buatan secara aseptik Fitriani, Metabolit sekunder bisa diperoleh melalui kultur kalus. Metabolit yang dihasilkan dari kalus sering kali kadarnya lebih tinggi dari pada metabolit yang diambil langsung dari tanamannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan kalus adalah dengan menambahkan pra zat ke dalam media. Media kultur jaringan tumbuhan berisi garam-garam mineral, hormon, vitamin, sumber karbon, dan asam amino.

Smith menyatakan pemilihan media kultur jaringan merupakan kunci sukses dalam kultur jaringan. Hal ini menyebabkan banyak diadakan penelitian untuk memodifikasi media-media yang memberikan respon berbeda terhadap berbagai macam tanaman Sitorus, et al. Cara Kerja 3. Alat dan bahan steril serta media disiapkan diruang LAF 3. Eksplan daun dan hipokotil sawi steril serta kotiledone kedelai diambil dari botol 3.

Dipilih daun dan kotiledone yang bagus dan semua sisi daun sawi di lukai 3. Daun dan hipokotil serta kotiledone yang sudah dilukai, ditanam pada media yang sudah disediakan 3.

Setelah ditanam, botol ditutup dengan aluminium foil dan ujung botol dibungkus dengan scapel 3. Diamati perubahan yang terjadi pada eksplant setiap hari ke 0, 5, 10, 15 dan 20 IV. Induksi kalus pada daun sawi hari ke-5 No.

COMPORTAMENTO DO CONSUMIDOR BEATRIZ SANTOS SAMARA PDF

KULTUR KALUS

Prinsip utamanya adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman, menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. Teknik kultur jaringan pada saat ini telah berkembang menjadi teknik perkembangbiakan tanaman yang sangat penting pada berbagai spesies tanaman. Kultur jaringan tanaman pertama kali berhasil dilakukan ole White pada tahun Pada tahun , Whiter melaporkan keberhasilannya dalam membuat kultur kalus dari wortel dan tembakau. Pada tahun , tulisan penting Skoog dan Miller dipublikasikan dimana mereka menyatakan bahwa interkasi kuantitatif antara auksin dan sitokinin menentukan tipe pertumbuhan dan morfogenik yang akan terjadi. Penelitian mereka pada tembakau mengindikasikan bahwa perbandingan auksin dan sitokinin yang tinggi akan menginduksi pengakaran, sedangkan rasio sebaliknya akan menginduksi pembentukan tunas. Akan tetapi pola respon ini tidak berlaku universal.

ENUMA ELISH POEMA COMPLETO PDF

induksi kalus

Zolokree Light intensity and spectral quality influencing the callus growth of Cistanene deserticola and biosynthesis of phenylethanoid glycosides. Zur entwicklung haploider pflanzen aus unreifen mikrosporen verschiedener Nicotiana arten. Agriculture General Country of publisher: Antiviral activity of 5,6,7-trimethoxyflavone and its potentiation of the antiherpes activity of acyclovir. Effects of C2H4,CO2, and cytokinins. The use of biodiversity as source of new chemical entities against defined molecular targets for treatment of malaria, tuberculosis, and T-cell mediated diseases; A Review.

BIBLICAL DEMONOLOGY UNGER PDF

Kultur Jaringan Tanaman Kakao Menurut Winarsih, sekitar satu minggu setelah dikulturkan pada media induksi, embryozigotik mulai membengkak, warnanya menjadi lebih putih dan bagian daun kotilnya menggulung. Seiring dengan membesarnya ukuran eksplan tersebut kalus mulai tumbuh pada permukaan hipokotil maupun daun kotil. Kendala yang dihadapi dalam kultur jaringan kakao selama ini adalah produksi fenol dan lendir yang berlebih dari eksplan vegetatif, sehingga menghambat proses regenerasi kalus Ampomah, dalam Oetami Hal serupa juga dikemukakan oleh Priyono , bahwa kandungan fenolik yang tinggi pada eksplan pucuk mengakibatkan terhambatnya proses regenerasi eksplan.

EVERNIGHT SAVAGE WORLDS PDF

.

Related Articles