KATARAK TRAUMATIK PDF

Kekeruhan lensa disebut juga dengan katarak. Asal kata ini mungkin sekali karena pasien katarak seakan-akan melihat sesuatu seperti tertutup oleh air terjun di depan matanya. Based on a work at http: Teknik ini diketahui secara teoritis mengurangi angka kejadian cedera saraf optik dan efek samping pada SSP dari injeksi tidak sengaja pada intradural. Selain itu, dengan menggunakan retinoskopi atau oftalmoskopi langsung, akan ditemui perbedaan area refleks merah yang jelas terlihat dan tidak terlalu t erlalu jelas. Jangan lupa melakukan tes Anel.

Author:Faurisar Mozilkree
Country:Namibia
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):7 March 2016
Pages:271
PDF File Size:3.21 Mb
ePub File Size:11.65 Mb
ISBN:180-3-62158-395-1
Downloads:62177
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arazuru



Katarak Traumatika Definisi Katarak traumatik merupakan katarak yang muncul sebagai akibat cedera pada mata yang dapat merupakan trauma perforasi ataupun tumpul yang terlihat sesudah beberapa hari ataupun beberapa tahun. Katarak traumatik ini dapat muncul akut, subakut, atau pun gejala sisa dari trauma mata. Sementara itu, kelompok usia yang paling sering terkena adalah anak-anak dan dewasa muda. Trauma yang disebabkan oleh benturan dengan bola keras adalah salah satu contohnya.

Kadang munculnya katarak dapat tertunda sampai kurun waktu beberapa tahun. Bila ditemukan katarak unilateral, maka harus dicurigai kemungkinan adanya riwayat trauma sebelumnya, namun hubungan sebab dan akibat tersebut kadang cukup sulit untuk dibuktikan dikarenakan tidak adanya tanda-tanda lain yang dapat ditemukan mengenai adanya trauma sebelumnya tersebut.

Kontusio lensa menimbulkan katarak seperti bintang, dan dapat pula dalam bentuk katarak tercetak imprinting yang disebut cincin Vossius. Jika objek yang dapat menyebabkan perforasi contoh : gelas yang pecah tembus melalui kornea tanpa mengenai lensa biasanya tidak memberikan dampak pada lensa, dan bila trauma tidak menimbulkan suatu luka memar yang signifikan maka katarak tidak akan terbentuk.

Hal ini tentunya juga bergantung kepada penatalaksanaan luka kornea yang hati-hati dan pencegahan terhadap infeksi, akan tetapi trauma-trauma seperti di atas dapat juga melibatkan kapsul lensa, yang mengakibatkan keluarnya lensa mata ke bilik anterior.

Urutan dari dampak setelah trauma juga bergantung pada usia pasien. Saat kapsul lensa pada anak ruptur, maka akan diikuti oleh reaksi inflamasi di bilik anterior dan masa lensa biasanya secara berangsur-angsur akan diserap, jika tidak ditangani dalam waktu kurang lebih 1 bulan. Keadaan ini merupakan konsekuensi yang serius dan kadang membutuhkan penggunaan lensa buatan intraokular. Bila ruptur lensa terjadi pada dewasa, juga diikuti dengan reksi inflamasi seperti halnya pada anak namun tendensi untuk fibrosis jauh lebih tinggi, dan jaringan fribrosis opak yang terbentuk tersebut dapat bertahan dan menghalangi pupil.

Trauma tembus besar pada lensa akan mengakibatkan terbentuknya katarak dengan cepat disertai dengan terdapatnya masa lensa di dalam bilik mata. Lensa dengan kapsul anterior saja yang pecah akan menjerat korteks lensa sehingga akan mengakibatkan terbentuknya cincin Soemering atau bila epitel lensa berproliferasi aktif akan terlihat mutiara Elschnig.

Radiasi sinar Sinar yang terlihat cenderung tidak menyebabkan timbulnya katarak. Ultraviolet juga mungkin tidak menyebabkan katarak karena sinar dengan gelombang pendek tidak dapat melewati atmosfir. Sinar gelombang pendek tidak terlihat ini dapat menyebabkan luka bakar kornea superfisial yang dramatis, yang biasanya sembuh dalam 48 jam.

Sinar infra merah yang berkepanjagan prolong , juga dapat menjadi penyebab katarak, ini dapat ditemui pada pekerja bahan-bahan kaca dan pekerja baja. Namun penggunaan kacamata pelindung dapat setidaknya mengeliminasi sinar X ini dan sinar gamma yang juga dapat mengakibatkan katarak. Katarak traumatik disebabkan oleh radiasi ini dapat ditemukan pada pasien-pasien yang mendapat radioterapi seluruh tubuh leukemia, namun resiko terjadinya hanya apabila terapi menggunakan sinar X.

Pada beberapa kasus, trauma tumpul dapat berakibat dislokasi dan pembentukan katarak pada lensa. Katarak traumatik ringan dapat membaik dengan sendirinya namun jarang ditemukan. Komponen basa yang masuk mengenai mata menyebabkan peningkatan pH cairan akuos dan menurunkan kadar glukosa dan askorbat. Hal ini dapat terjadi secara akut ataupun perlahan-lahan. Trauma kimia dapat juga disebabkan oleh zat asam, namun karena trauma asam sukar masuk ke bagian dalam mata dibandingkan basa maka jarang menyebabkan katarak.

Pada anamnesis diperoleh sebagai berikut 1. Riwayat dan mekanisme trauma, apakah tajam atau tumpul 2. Riwayat keadaan mata sebelumnya, apakah ada riwayat operasi, glakoma, , retinal detachment, penyakit mata karena gangguan metabolik.

Riwayat penyakit lain, seperti diabetes, sickle cell, sindroma marfan, homosistinuria, defisiensi sulfat oksidase. Keluhan mengenai penglihatan, seperti penurunan visus, pandangan ganda pada satu mata atau kedua mata, dan nyeri pada mata. Sementara itu, pada pemeriksaan fisik diperoleh sebagai berikut 1. Visus, lapangan pandang, dan pupil 2. Kerusakan ekstraokular - fraktur tulang orbita, gangguan saraf traumatik.

Tekanan intraokular - glaukoma sekunder, perdarahan retrobulbar. Bilik anterior - hifema, iritis, iridodonesis, robekan sudut. Lensa - subluksasi, dislokasi, integritas kapsular anterior dan posterior , katarak luas dan tipe. Vitreus - ada atau tidaknya perdarahan dan perlepasan vitreus posterior. Fundus - Retinal detachment, ruptur khoroid, perdarahan pre intra dan sub retina, kondisi saraf optik. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut 1. B-scan - jika pole posterior tidak dapat terlihat.

A-scan - sebelum ekstraksi katarak 3. CT scan orbita - adanya fraktur, benda asing, atau kelainan lain. Penatalaksanaan Penatalaksanaan katarak traumatik tergantung kepada saat terjadinya. Bila terjadi pada anak sebaiknya dipertimbangkan akan kemungkinan terjadinya ambliopia. Untuk mencegah ambliopia pada anak dapat dipasang lensa intra okular primer atau sekunder.

Apabila tidak terdapat penyulit maka dapat ditunggu sampai mata menjadi tenang. Bila terjadi penyulit seperti glaukoma, uveitis, dan lain sebagainya maka segera dilakukan ekstraksi lensa. Penyulit uvetis dan glaukoma sering dijumpai pada orang usia tua. Pada beberapa pasien dapat terbentuk cincin Soemmering pada pupil sehingga dapat mengurangi tajam penglihatan.

Keadaan ini dapat disertai perdarahan, ablasi retina, uveitis, atau salah letak lensa. Apabila terjadi glaukoma selama periode menuggu, bedah katarak jangan ditunda walaupun masih terdapat peradangan. Untuk mengeluarkan katarak traumatik, biasanya digunakan teknik-teknik yang sama dengan yang digunakan untuk mengeluarkan katarak kongenital, terutama pada pasien berusia kurang dari 30 tahun. Pada kasus dislokasi posterior tanpa glaukoma, inflamasi, atau hambatan visual, pembedahan mungkin tidak diperlukan.

Indikasi untuk penatalaksanaan pembedahan pada kasus-kasus katarak traumatik adalah sebagai berikut 1. Penurunan visus yang berat unacceptable 2. Hambatan penglihatan karena proses patologis pada bagian posterior. Inflamasi yang diinduksi lensa atau terjadinya glaukoma. Ruptur kapsul dengan edema lensa. Keadaan patologis okular lain yang disebabkan trauma dan membutuhkan tindakan bedah.

Fakoemulsifikasi standar dapat dilakukan bila kapsul lensa intak dan dukungan zonular yang cukup. Ekstraksi katarak intrakapsular diperlukan pada kasus-kasus dislokasi anterior atau instabilitas zonular yang ekstrim.

Dislokasi anterior lense ke bilik anterior merupakan keadaan emergensi yang harus segera dilakukan tindakan removal , karena dapat mengakibatkan terjadinya pupillary block glaucoma.

Lesentomi dan vitrektomi pars plana dapat menjadi pilihan terbaik pada kasus-kasus ruptur kapsul posterior, dislokasi posterior, atau instabilitas zonular yang ekstrim.

Dislokasi lensa dan subluksasi sering ditemukan bersamaan dengan katarak traumatik. Komplikasi lain yang dapat berhubungan, seperti phakolitik, phakomorpik, blok pupil, glaukoma sudut tertutup, uveitis, retinal detachment, ruptur koroid, hipema, perdarahan retrobulbar, neurophati optik traumatik.

Prognosis Prognosis sangat bergantung kepada luasnya trauma yang terjadi pada saat terjadinya trauma dan kerusakan yang terjadi akibat trauma. Oktaviani, Rasalia. Diakses tanggal 15 Juni Operasi Katarak Tak Lagi Menakutkan.

Solo Pos edisi 07 November Diakses tanggal 12 mei 3. Oftalmologi Umum. Edisi Jakarta: Widya Medika. Graham, Robert H. Diakses tanggal 15 Juni 6. Brian C Mulroone, Brian C. Snell, Richard S. Anatomi Klinik. Jakarta: EGC. Introduction to the lens and cataract surgery. Ilmu Penyakit Mata. Cetakan ke Penerbit Abadi Tegal.

American Academy of Ophthalmology. Lens and Cataract Section San Fransisco. Ezeddin, Harri Prawira. Katarak Traumatik. FK Unri. Indiana University. Traumatic Cataract. Edward SH Eye Institute. Digital Reference of Ophthalmology — Traumatic Cataract.

FUNDAMENTALS OF ELECTRIC DRIVES BY G.K.DUBEY PDF

katarak traumatik

Katarak traumatik biasanya terjadi bertahun-tahun setelah cedera atau trauma pada mata Pengertian katarak traumatik Sesuai namanya, katarak traumatik adalah jenis katarak yang terjadi akibat cedera atau trauma pada mata. Pada umumnya, katarak terjadi pada kalangan lanjut usia lansia dan muncul secara perlahan-lahan sampai akhirnya mengganggu penglihatan. Sementara pada katarak traumatik, karatak dapat terjadi pada usia berapa saja. Katarak yang terjadi pada penuaan bermula ketika zat protein dalam mata membentuk gumpalan yang lama-kelamaan menghalangi pandangan mata. Berbeda dengan katarak akibat penuaan, katarak traumatik terjadi akibat pecahnya kapsul lensa akibat trauma. Katarak traumatik merupakan salah satu penyebab kebutaan setelah trauma pada mata. Tanda dan gejala katarak traumatik Gejala katarak traumatik sama dengan gejala katarak pada umumnya.

JARIT INSTRUMENTS PDF

Katarak Traumatik

Katarak Traumatika Definisi Katarak traumatik merupakan katarak yang muncul sebagai akibat cedera pada mata yang dapat merupakan trauma perforasi ataupun tumpul yang terlihat sesudah beberapa hari ataupun beberapa tahun. Katarak traumatik ini dapat muncul akut, subakut, atau pun gejala sisa dari trauma mata. Sementara itu, kelompok usia yang paling sering terkena adalah anak-anak dan dewasa muda. Trauma yang disebabkan oleh benturan dengan bola keras adalah salah satu contohnya. Kadang munculnya katarak dapat tertunda sampai kurun waktu beberapa tahun. Bila ditemukan katarak unilateral, maka harus dicurigai kemungkinan adanya riwayat trauma sebelumnya, namun hubungan sebab dan akibat tersebut kadang cukup sulit untuk dibuktikan dikarenakan tidak adanya tanda-tanda lain yang dapat ditemukan mengenai adanya trauma sebelumnya tersebut.

Related Articles