KEKUATAN MEDAN LIGAN PDF

Warna dari larutan C adalah biru, tapi tidak pekat seperti larutan B, melainkan biru muda. Diperoleh nilai absorbansi maksimum sebesar 0, pada panjang gelombang maksimum nm. Hasil tersebut tidak sesuai dengan teori karena seharusnya nilai 10 Dq dari larutan C lebih kecil daripada larutan B karena kadar ammonia dalam larutan C lebih sedikit dibanding larutan B. Sehingga perhitungan 10Dq nya seharusnya lebih rendah daripada larutan yang kedua. Selain itu, seharusnya semakin kuat medan ligan ditandai dengan semakin banyaknya kadar ammonia , maka semakin kecil panjang gelombang yang diserap, sehingga semakin besar nilai 10 Dq yang diperoleh.

Author:Taushakar Arashilrajas
Country:Republic of Macedonia
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):28 January 2014
Pages:301
PDF File Size:4.58 Mb
ePub File Size:9.49 Mb
ISBN:509-4-40150-250-3
Downloads:43708
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faudal



Warna dari larutan C adalah biru, tapi tidak pekat seperti larutan B, melainkan biru muda. Diperoleh nilai absorbansi maksimum sebesar 0, pada panjang gelombang maksimum nm. Hasil tersebut tidak sesuai dengan teori karena seharusnya nilai 10 Dq dari larutan C lebih kecil daripada larutan B karena kadar ammonia dalam larutan C lebih sedikit dibanding larutan B.

Sehingga perhitungan 10Dq nya seharusnya lebih rendah daripada larutan yang kedua. Selain itu, seharusnya semakin kuat medan ligan ditandai dengan semakin banyaknya kadar ammonia , maka semakin kecil panjang gelombang yang diserap, sehingga semakin besar nilai 10 Dq yang diperoleh.

Hal ini dikarenakan dalam air blanko tersebut ada zat pengotornya. Hal itu akan berimbas juga pada absorbansi larutan sampel. Pada larutan sampel 2 larutan B nilai absorbansinya lebih dari 1,0. Nilai absorbansi dikatakan baik apabila berada pada rentang 0,1 — 1,0 karena pada rentang tersebut kesalahan minim terjadi. Kesalahan ini dapat disebabkan oleh chemical factor yaitu mungkin terjadi pengendapan saat menunggu uji panjang gelombang dengan menggunakan spktronik 20 sehingga absorbansi yang terbaca adalah absorbasni endapannya.

Kemungkinan yang kedua kuvetnya terkontaminasi dengan zat pengotor sehingga absorbansi dari zat pengotor itu yang terbaca. Selain itu, saat percobaan 2 yang dilakukan, sampel yang di uji dengan spektronik 20 berwarna biru pekat, dan tidak encer, sehingga niali absorbansi relative besar. Hal tersebut dilakukan karena saat pengukuran dengan sampel larutan B dengan sampel yang telah diencerkan, nilai absorbasni terus menurun seiring dengan meningkatnya panjang gelombang, seharusnya panjang gelombang naik, nilai absorbansi juga naik.

Kesalahan tersebut terjadi dimungkinkan karena sampel tersebut telah rusak karena adanya endapan yang dapat mempengaruhi pembacaan dari alat spektronik Pada sampel larutan ketiga, NH3 yang dicampurkan lebih sedikit daripada larutan sampel kedua namun nilai 10 Dqnya lebih besar dari yang penambahan banyak NH3.

Hal ini mungkin disebabkan karena adanya reaksi kimia lain yang terjadi pada larutan ketiga. Mungkin reaksi dari zat pengotor yang berasal dari air sebagai larutan blanko dan sebagai larutan yang digunakan untuk pengenceran. Kekuatan medan ligan ammonia lebih besar dibanding kekuatan medan ligan H2O. Cara mencari panjang gelombang maksimum yaitu dengan melihat absorbansi maksimumnya.

Karena panjang gelombang maksimum merupakan panjang gelombang dimana suatu unsure mengabsorbsi dalam keadaan maksimum. Variable yang mempengaruhi panjang gelombang maksimum adalah konsentrasi larutan, adanya pengotor dalam sampel, dan juga jumlah atau volume ligan yang terikat pada sampel.

ACNE VENENATA PDF

KEKUATAN MEDAN LIGAN PDF

TEORI Menurut teori medan kristal aau crystal field theory CFT , ikatan anatara logam pusat dan ligan dalam kompleks berupa ikatan ion sehingga gaya-gaya yang ada hanya berupa gaya elektrostatik. Ion kompleks tersusun dari ion pusat yang dikelilingi oleh ion-ion lawan atau molekul-molekul yang mempunyai momen dipol permanen. Medan listrik dari ion pusat akan mempenagaruhi ligan-ligan disekelilingnya. Sedangkan medan gabungan dari ligan-ligan akan mempengaruhi elektron dari ion pusat. Pengaruh ligan tergantung pada jenisnya, terutama pada kekuatan medan listrik dan kedudukan geometris ligan dalam kompleks.

ELLEN MOERS FEMALE GOTHIC PDF

Teori medan ligan

Kamis, Juni 21, Kekuatan Medan Ligan Ion unsur transisi dapat mengikat molekul-molekul atau ion-ion yang memiliki pasangan elektron tak berikatan ligan dengan ikatan kovalen koordinasi yang membentuk ion kompleks. Ion kompleks adalah gabungan ion atom pusat dengan ion atau molekul lain ligan membentuk ion baru. Berdasarkan ligan yang diikat oleh atom pusat dalam ion kompleks, maka ada dua macam ion kompleks: 1. Ion kompleks positif : terbentuk apabila ion logam transisi atom pusat berikatan dengan ligan yang merupakan molekul netral, sehingga ion kompleks yang terbentuk bermuatan positif. Ion kompleks negatif : terbentuk apabila ion logam transisi atom pusat berikatan dengan ligan yang merupakan ion negatif. Teori medan kristal tentang senyawa koordinasi menjelaskan bahwa dalam pembentukan kompleks terjadi interaksi elektrostatik antara ion logam atom pusat dengan ligan.

GEORGETTE HEYER MASQUERADERS PDF

Anindia Larasati 1. Anindia D. Ika Yulia N. Waktu Percobaan Kamis, 31 Oktober pukul Tujuan Percobaan 1.

TH20594MC1.4 PDF

Berdasarkan banyaknya pasangan elektron yang didonorkan, ligan dapat dikelompokkan menjadi, a. Ligan Monodentat yaitu ligan yang hanya mampu memberikan satu pasang elektron kepada satu ion logam pusat dalam senyawa koordinasi. Misalnya : ion halida, H2O dan NH3. Ligan Bidentat yaitu ligan yang mempunyai dua atom donor sehingga mampu memberikan dua pasang elektron. Dalam pembentukan ikatan koordinasi, ligan bidentat akan menghasilkan struktur cincin dengan ion logamnya sering disebut cincin kelat.

Related Articles