MAHKOTA CINTA HABIBURRAHMAN PDF

Terima kasih. Kalau ada apa-apa bisa telpon kami ya. Sudah tahu nomor hp saya? Saya pergi dulu. Jangan sampai tidur di bus ya," canda Linda. Zul menjawab dengan senyum lalu beranjak meninggalkan Linda sendirian.

Author:Dim Yojinn
Country:Tajikistan
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):4 December 2009
Pages:39
PDF File Size:4.36 Mb
ePub File Size:4.72 Mb
ISBN:842-9-18943-309-8
Downloads:39328
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tesida



Terima kasih. Kalau ada apa-apa bisa telpon kami ya. Sudah tahu nomor hp saya? Saya pergi dulu. Jangan sampai tidur di bus ya," canda Linda. Zul menjawab dengan senyum lalu beranjak meninggalkan Linda sendirian. Ia pergi hanya membawa tas cangklong hitam berisi map dokumen-dokumennya, sepotong sarung, dan kaos panjang. Itu saja. Ia merasa mantap. Jika ia bisa menaklukkan Jakarta dan Batam, maka ia sangat yakin ia pun bisa menaklukkan Kuala Lumpur. Sepintas ketika ia tiba di Purduraya, ia melihat suasana terminal bus paling padat di Kuala Lumpur itu tidak seganas Pulogadung dan Kampung Rambutan Jakarta.

Ia pernah berkelahi dengan preman Pulogadung dan tetap bisa hidup. Ia juga pernah ditodong preman Kampung Rambutan dan bisa lolos. Jika ia terpaksa harus bertemu dengan preman Kuala Lumpur ia merasa tak perlu gentar. Orang Demak tidak boleh gentar berhadapan dengan situasi apapun juga. Di KL Sentral ia sempat bingung mau ke mana. Ia berinisiatif untuk mencoba menghubungi lagi nama yang diberi oleh Pak Hasan sekali lagi.

Setelah bertanya kepada seorang lelaki India ia menemukan telpon umum. Dari telpon umum ia menghubungi dan masuk. Ia sangat berbahagia seperti mendapatkan rejeki nomplok yang tiada terkira jumlahnya. Ini siape? Saya mendapat nama dan nomor Bapak dari Pak Hasan Batam.

Pak Hasan sehat ya? Bagaimana caranya saya bisa bertemu Bapak? Saya baru datang tadi malam dan tidak banyak tahu tentang Kuala Lumpur. Terus terang saya perlu sedikit bantuan Bapak. Adik sekarang di mana? Saya jemput di sana. Baru nanti kira bicarakan segalanya dengan lebih leluasa. Ingat ke Mad Valley! Turun di Mad Valley. Saya memakai baju koko hijau lumut. Siang itu, ia merasa bahagia, sebab disambut dengan hangat oleh Pak Rusli, yang tak lain adalah seorang murid Pak Hasan saat belajar di Padang.

Pak Hasan pernah mengajar di sebuah pesantren di Padang sebelum berdakwah di Batam. Menuntut ilmu. Saya tahu persis siapa Pak Hasan. Tapi adik tidak akan bisa melanjutkan studi di sini, kalau tidak dengan bekerja.

Dari mana uang untuk membayar kuliah kalau tidak dicari dengan bekerja? Iya kan? Di sini banyak kok mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Nanti kau akan aku temukan dengan mereka.

Insya Allah mereka akan banyak membantu. Terutama berkenaan dengan urusan pendaftaran di kampus. O ya kaubawa ijazah kan? Gampang nanti bisa diatur untuk dicarikan jurusan yang pas. Yang penting kau serius lanjut kuliah kan? Pak Hasan itu sebenarnya mendorongmu untuk memiliki modal paling mahal untuk sukses dan jaya. Hanya orang-orang berilmulah yang akan diangkat derajatnya oleh Allah.

Banyak orang tidak berilmu kaya, namun derajatnya tidak diangkat oleh Allah. Tidak sedikit orang kaya yang jadi hina karena kekayaannya. Sebab ia tidak memiliki ilmu bagaimana menjadikan kekayaannya sebagai jalan beribadah dan menggapai kemuliaan. Setelah ini kau akan aku bawa ke rumah teman-teman mahasiswa. Agar kau kembali hidup dalam barakah lingkungan para penuntut ilmu.

Agaknya Pak Rusli memperhatikan jawaban Zul. Jawa betul kamu ini. Apa tidak ada kata-kata yang lain? Ini hanya gurauan saja. Ayo kita jalan. Zul langsung meringis. Ia jadi heran sendiri, kenapa terus mengulang-ulang kata-kata itu pada Pak Rusli. Namun suasana jadi sangat cair.

Sikap Pak Rusli yang low profile membuatnya seolah sudah lama mengenal lelaki berumur empat puluhan itu. Padahal belum ada tiga jam ia bertemu dengannya. Zul terkagum-kagum dengan keindahan dan kerapian kampus perguruan tinggi tertua di Malaysia itu. Kau harus tahu itu. Semoga saja kau nanti diterima lanjut S. Aku yakin orang seperti kau akan meraih kecemerlangan di masa yang akan datang.

Setelah itu langsung memacu mobilnya ke kawasan Pantai Dalam. Sepuluh menit kemudian Pak Rusli memperlambat laju mobilnya. Mobil itu memasuki daerah yang terkesan agak kumuh. Setelah melewati jalan di bawah jembatan layang, mobil itu belok kanan. Di hadapan Zul tampak apartemen putih yang tinggi dan kusam. Kita akan berkunjung ke rumah salah seorang di an tar a mereka.

Di tengah jalan mereka bertemu dengan anak muda yang gayanya khas Indonesia. Geng, mau ke mana? Dari Demak. Selamat datang di Kuala Lumpur Mas. Terima kasih," jawab Zul. Zul siapa lengkapnya? Wah keren juga. Rencana mau masuk UM? Saya cuma sebentar kok. Langsung ke rumah saja Pak. Di rumah ada si Arif sama si Yahya," terang Sugeng. Jangan lupa beli yang segar-segar ya," tukas Pak Rusli renyah. O ya Pak jangan lupa lagi. Lantai sepuluh Iho. Bukan lantai sembilan.

Namanya juga sudah tua sering lupa. Ayo Zul kita jalan. Lalu masuk lift yang mengantarkan mereka berdua sampai lantai sepuluh. Keluar dari lift mereka berjalan ke arah kanan. Di pintu flat tempat tinggal Sugeng dan teman-temannya itu ada sriker bendera merah putih. Di bawahnya ada tulisan: "Rawe-rawe rantas, malang-malang putung! Pak Rusli mengetuk pintu dan dibukakan oleh seorang pemuda gempal berambut tipis.

Pemuda itu menyambut dengan senyum "O Pak Rusli. Silakan Pak. Pemuda itu memperkenalkan diri pada Zul. Namanya Yahya.

JIS K 6258 PDF

MAHKOTA CINTA HABIBURRAHMAN PDF

Seorang zul dia memulai perjalanan dari semarang sebagai tempat lahirnya menuju kejakarta, dari Jakarta menuju batam, dari batam menuju Malaysia, dan kembali lagi ke Yogyakarta. Dalam perjalanan ke Malaysia zul bertemu dengan siti martni, mereka ngobrol selama perjalanan, siti martini menceritakan pada zul perjalanan pahitnya ketika dia tahu bahwa suaminya itu adalah orang yang sangat berengsek dan menipu dia. Selama perjalanan zul; merasa mendapat petunjuk soalnya dia ga tahu harus ngelakuin apa. Dia belum pernah ke Malaysia makannya dia ga tahu tempat disana. Sesampainya di Malaysia, zul bingung harus kemana dia tidak punya tujuan yang pasti, dia coba nelepon pa rusli orang yang disanrankan pak Hasan yang harus ditemui zul, tapi ga diangkat-angkat.

CALCULO DE TUBERIAS Y REDES DE GAS MARCIAS MARTINEZ PDF

Mahkota Cinta ~ Habiburrahman El Shirazy

Maugul A thousand towers in the country, he studied Islam no less than seven years Dalam perjalanan ke Malaysia zul bertemu dengan siti martni, mereka ngobrol selama perjalanan, siti martini menceritakan pada zul perjalanan pahitnya ketika dia tahu bahwa suaminya itu adalah orang yang sangat berengsek dan menipu dia. The Day After Tomorrow 1. To find out more, including how to control cookies, see here: Beranda Tentang Kami Login Daftar navigation. You are commenting using your Facebook account.

Related Articles